Posts

Showing posts with the label irigasi

Sistem Irigasi di Perkebunan Tebu

Image
Saya melihat  di blog saya tentang 'telusuri kata kunci', ada yang mencari mengenai irigasi tanaman tebu. Membuat saya bergerak untuk menjelaskan sistem irigasi tebu yang biasa saya lakukan. Irigasi tebu merupakan hal yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman tebu, terutama di wilayah kering seperti Lampung. Pada musim tanam, sekitar bulan April hingga Oktober, merupakan bulan yang kering (walaupun terkadang masih ada hujan). Sehingga setiap tanaman baru, baik itu Plant Cane ataupun Ratoon Cane, wajib di irigasi. Irigasi pada tanaman plant cane dilakukan sebelum dan sesudah tanam. Namun, untuk menghemat budget, biasanya dilakukan setelah tanam saja. Begitu pula untuk ratoon cane, dilakukan setelah pelaksanaan stubble shaver. Berikut chart mengenai sistem tanam yang lengkap :     Irigasi ini dilakukan selama 2 hingga 3 jam, tergantung pada kondisi tanah. Semakin kering tanah, tentunya akan semakin lama. Jenis tanah juga mempengaruhi durasi penyiraman....

Budidaya Tanaman Tebu (Saccharum officinarum) - part VII

Image
PRINSIP PENGOPERASIAN Prinsip pengoperasian sistem irigasi tetes adalah mengaplikasikannya secara tepat dan aliran air yang seragam menggunakan emiter langsung ke zone perakaran tanaman. Kecepatan aliran untuk setiap emiter sangat kecil, tipe 0.8 – 4.0 l/jam, oleh karena itu disebut “ drip ” atau “ trickle ” irigasi. Cara membasahinya dibentuk dibawah masing-masing emiter yang disesuaikan dengan tipe tanah. Pada tanah lempung berpasir yang akan lebih menyebar secara vertikal, namun pada tanah lempung akan menyebar lebih lateral. Untuk tanaman tebu perlu dilakukan percobaan untuk menentukan jarak drip (siraman) yang paling tepat, karena kebutuhan penyiraman tergantung jenis tanah dan jenis tanamannya. Setelah dicoba dengan beberapa variasi jarak, barulah ditentukan jarak yang paling tepat. Pada tanah lempung berpasir, jaraknya antara 300-500 mm, sedang tanah liat 600-1000 mm, dan besarnya air yang diteteskan ± 1.0 mm /jam. Pada sistem drip, pemakaian air bisa seefisien ...

Budidaya Tanaman Tebu (Saccharum officinarum) - part VI

Image
SISTEM IRIGASI BOOM Tiga bentuk dasar sistem irigasi boom adalah centre pipot irrigator , the linear move irrigator dan boom irrigator . Ketiganya menggunakan prinsip yang sama yaitu menggunakan sebuah pipa boom yang berlevel tinggi untuk mengalirkan air irigasi ke nozel yang menyiramkan. Boom biasanya mempunyai diameter 80-250 mm dengan panjang 15-60 m dan diperkuat dengan menyusun tiang-tiang penopang yang terbuat dari balok dan atau kabel. Perbedaan antara ketiga bentuk dasar ini adalah cara air dibawah oleh irigator dan jalan bagaimana dia bergerak irrigasi boom pertama menggunakan sprinkle konvensional yang digundukkan pada puncak boom, tetapi perkembangan yang lebih modern adalah memasang nozel yang bertekanan rendah, antara 0.7–1.4 bar (10-20 pst) pada tube bawah diikuti oleh boom. Pivot pusat mempunyai ceruk air mati pada pusatnya, dan semprotan bergerak memutar. Untuk areal seluas 50 ha harus mempunyai pivot paling tidak 7 spans ditambah dengan sebuah sp...