Malu Dan Keutamaannya Dan Menganjurkan Untuk Berakhlak Dengan Sifat Malu Itu
1. Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma bahwasanya Rasulullah s.a.w. berjalan melalui seorang lelaki dari golongan kaum Anshar dan ia sedang menasihati saudaranya tentang hal sifat malu - yakni malu mengerjakan kejahatan. Kemudian Rasulullah s.a.w. bersabda: "Biarkanlah ia, sebab sesungguhnya sifat malu itu termasuk dari keimanan." (Muttafaq 'alaih) Keterangan: Malu itu ada yang baik dan ada yang jelek. Malu menjalani sesuatu kemunkaran dan kemaksiatan atau umumnya larangan agama atau hal-hal yang syubhat adalah terpuji dan sangat baik. Tetapi malu menjalankan ketaatan kepada Allah, misalnya malu bersembahyang karena baru saja menyadari kebenaran beragama, malu pergi ke masjid, malu kalau tidak suka diajak berdansa-dansi, malu kalau menolak berjabatan tangan dengan wanita (bagi seorang lelaki), semuanya itu adalah tercela dan tidak ada kebaikannya sama sekali. Dalam hal ini ada sebuah Hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari yang diterima dan Abu Mas'ud y...