Posts

Showing posts with the label sholat

Mengusap Wajah Setelah Shalat

Image
Salah satu kebiasaan yang sering kita lihat, setiap selesai mengucapkan salam dalam shalat, umat Islam mengusap wajah dengan kanannya. Hal ini didasarkan satu riwayat bahwa setelah bahwa Rasulullah SAW selalu mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.   عَنِ السَّائِبِ بْنِ يِزِيْدِ عَنْ أَبِيْهِ أنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إذَا دَعَا فَرَفَعَ يَدَيْهِ مَسَحَ وَجْهَهُ بِيَدَيْهِ -- سنن أبي داود Dari Saib bin Yazid dari ayahnya, “Apabila Rasulullah SAW berdoa, beliau beliau selallu mengangkat kedua tangannya, lalu mengusap wajahnya dengan kedua tangannya ." (HR Abu Dawud, 1275) Begitu pula orang yang telah selesai melaksanakan shalat, ia juga disunnahkan mengusap wajah dengan kedua tangannya, sebab shalat secara bahasa berarti berdoa. Di dalam shalat terkandung doa-doa kepada Allah SWT Sang Khaliq. Sehingga orang yang mengerjakan shalat berarti juga sedang berdoa. Maka wajar jika setelah shalat ia juga disunnahkan untuk mengusap muka...

Sejarah Hari Jum’at dan Keistimewaan Sholat Jum’at

Image
Hari Jum’at adalah  sayyidul ayyam.  Artinya Jum’at mempunyai keistemewaan dibandingkan hari lain. Jika nama-nama hari yang lain menunjukkan urutan angka ( ahad  artinya hari pertama, itsnain  atau senin adalah hari kedua,  tsulatsa  atau selasa adalah hari ketiga,  arbi’a  atau Rabu adalah hari keempat dan  khamis atau kamis adalah hari kelima), maka Jum’at adalah jumlah dari kesemuanya.  Menurut sebagian riwayat kata Jum’at diambil dari kata  jama’a yang artinya berkumpul. Yaitu hari perjumpaan atau hari bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa di Jabal Rahmah. Kata Jum’at juga bisa diartikan sebagai waktu berkumpulnya umat muslim untuk melaksanakan kebaikan –shalat Jum’at-.  Salah satu bukti keistimewaan hari Jum’at adalah disyariatkannya sholat Jum’at. Yaitu shalat dhuhur berjamaah pada hari Jum’at. -Jum’atan-. Bahkan mandinya hari Jum’at pun mengandung unsur ibadah, karena hukumnya sunnah.  ...

Wiridan Usai Sholat

Image
Wiridan itu maksudnya membaca bacaan tertentu setelah shalat. Jika dikumpulan semuanya ada puluhan macam. Tapi kalimat pokoknya hampir sama. Tentu ada lafadl:   سُبْحَانَ اللهُ, الحَمْدُ ِللهِ, اللهُ أكْبَرُ   Mukaddimahnya bisa panjang, juga penutupnya. Hal itu berdasarkan pelajaran yang diperoleh dari kiai atau guru dari santri yang bersangkutan. Mengenai cara mewiridnya, orang NU biasanya memilih dengan suara keras yang dituntun oleh seorang imam. Imam dapat mengaji santri yang belum hafal dan dilakukan 5 kali setiap hari atau lebih. Diriwayatkan dari Sahabat Tsauban, berkata, bila usai mengerjakan shalat, Rasulullah SAW membaca istigfar 3 kali    أسْتَغْفِرُاللهَ العَظِيْمِ   lalu membaca:   اللّهُمَّ أنْتَ السَلام وَمِنْكَ السَّلام تَبَارَكْتَ يَاذَا الجَلالِ وَالإكْرَامِ     (HR Muslim)   Hendaknya memang wiridan tidak dibaca terlalu keras jika masih ada yang mengerjakan shalat atau tidur...

Ajaran Tasawuf dalam Puji-pujian Menjelang Shalat Fardlu

Image
Puji-pujian didendangkan di mushalla, langgar atau masjid merupakan nyanyian puitis yang bernuansa keagamaan. Puji-pujian tersebut biasanya didendangkan  bersama-sama  oleh  para  jemaah menjelang shalat Subuh, Dzhur, Ashar, Maghrib atau  Isya sembari menanti datangnya anggota masyarakat lain yang turut mendirikan shalat berjamaah. Puji-pujian tersebut ada yang menggunakan bahasa Arab maupun bahasa daerah. Mungkin  berkat  susunannya  yang ritmis, puji-pujian ini mudah dihafal dan menyebar dari satu musala atau masjid ke musala lainnya.  Puji-pujian yang didendangkan para jemaah ini biasanya selalu didahului dengan salawatan atau membaca shalawat Nabi dan puji-pujian pada Nabi SAW. Meskipun puji-pujian tersebut berbahasa Jawa, puji-pujian ini selalu didahului shalawat nabi yang memiliki berbagia keutamaan. Dari Hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah r.a ( dalam Assamarqandi, 1980: 619) Nabi SAW bersabda yang artinya: “ Ba...

Dzikir Setelah Shalat

Image
الذكر بعد الصــلاة بسم الله الرحمن الرحيم [ Dzikir Setelah Shalat ]       Termasuk sunnah apabila seorang muslim setiap selesai shalat fardhu membaca: ¨          أَسْتَـغْـفِـرُ الله َ   ( 3 kali ) . ( Saya memohon ampun kepada Allah ) ¨          اَللَّــهُمَّ أَنْتَ السَّلامُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا اْلجَلالِ وَاْلإكْرَامِ        (Ya Allah Engkau Maha Sejahtera, dari-Mu kesejahteraan,Maha Berkah Engkau wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan ). ¨          لاَ إِلَهَ إِلا الله ُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ اْلمُلْكُ وَ لَهُ اْلحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالله. ¨          لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ. لَهُ النِّعْمَةُ وَ لَهُ اْل...

Haramnya Berjalan Melalui Mukanya Orang Yang Bersembahyang

Image
Dari Abul Juhaim yaitu Abdullah bin al-Harits bin as-Shimmah al Anshari r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Andaikata seseorang yang berjalan melalui muka orang yang bersembahyang itu mengetahui perihal betapa besarnya dosa yang ditanggung olehnya, nicayalah ia akan suka berdiri menantikannya selama empatpuluh, yang itu adalah lebih baik baginya daripada berjalan melalui muka orang yang bersembahyang tadi." Yang meriwayatkan Hadis ini berkata: "Saya tidak mengerti, apakah yang dimaksudkan itu empatpuluh hari atau empatpuluh bulan ataukah empatpuluh tahun." (Muttafaq 'alaih) Sumber : Riyadhus Shalihin,  Bab Haramnya Berjalan Melalui Mukanya Orang Yang Bersembahyang

Rukun Islam

Image
Rukun Islam ada lima perkara, yaitu “Bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan sesungguhnya Muhammad itu adalah utusan Allah, mengerjakan salat, mengeluarkan zakat, puasa pada bulan Ramadhan, dan menunaikan ibadah haji bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah.” Penjelasan : 1.        Lima perkara tersebut adalah tiang agama Islam, di samping masih n=banyak lagi hukum slam sebahai cabang dan rantingnya. 2.        Arti Islam menurut bahasa ialah : patuh, tunduk. Sedangkan menurut istilah, ialah : “Mematuhi (tunduk) atas semua hukum syara’.” 3.        Kewajiban orang mukmin ialah, mengitikadkan bahwa Allah aalah Zat Yang Maha Esa, Tunggal, tiada berserikat dengan lainnya, yang Maha Sempurna dan Maha Suci dari segala macam sifat kekurangan. Dan mengitikadkan, bahwa Nabi Muhammad SAW adalah manusia termulia, yang baik segala tingkah laku dan ucapannya, lahir maupun ba...

Adzan Jum’at Satu Kali atau Dua Kali

Image
Di Jakarta ini kami melihat banyak mesjid yang adzan dua kali pada ketika sembahyang Jum’at, tetapi di sana-sini ada pula satu dua masjid yang adzan Jum’at hanya satu kali. Mana yang benar menurut hukum Islam di antara yang dua itu? Jawab : Masalah adzan Jum’at adalah masalah agama yang agak panjang juga kalau di bicarakan. Diperlukan puluhan halaman buku untuk membicarakannya. Tetapi di sini kami akan coba menerangkan dan menjawab pertanyaan ini seringkas mungkin, Insya Allah. Kesatu : Adzan sembahyang Jum’at pada zaman Nabi hanyalah satu kali, yaitu pada ketika khatib telah duduk di mimbar. Begitu juga pada zaman pemerintahan Saidina Abu Bakar dan Saidina Umar Rda. Tetapi khalifah yang ke-III, Saidina Utsman bin Affan menambahkan satu adzan lagi, yaitu terdahulu dari adzan yang biasa. Beliau berijtihad bahwa umat bertambah banyak dan rumah-rumah rakyat sudah jauh dari mesjid. Hal ini tersebut dalam Kitab Hadist Bukhari, begini : (Tulisan arab dalam prose...

Amalan di Bulan Ramadhan - Part I

Image
QIYAM RAMADHAN 1.Dalilnya : 1. Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Barangsiapa mendirikan shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. " (Hadits Muttafaq 'Alaih) 2. Dari Abdurrahman bin Auf radhiallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyebut bulan Ramadhan seraya bersabda : "Sungguh, Ramadhan adalah bulan yang diwajibkan Allah puasanya dan kusunatkan shalat malamnya. Maka barangsiapa menjalankan puasa dan shalat malam pada bulan itu karena iman dan mengharap pahala, niscaya bebas dari dosa-dosa seperti saat ketika dilahirkan ibunya." (HR. An-Nasa'i, katanya: yang benar adalah dari Abu Hurairah)," Menurut Al Arna'uth dalam "Jaami'ul Ushuul", juz 6, hlm. 441, hadits ini hasan dengan adanya nash-nash lain yang memperkuatnya. 2. Hukumnya: Qiyam Ramad...

Keuntungan Sholat Berjamaah (dalam tinjauan keduniawian dan kemasyarakatan)

Image
Kali ini saya akan menuliskan keutamaan sholat berjamaah di masjid. Bukan dalam kerangka keagamaan, tetapi dalam kerangka sosial kemasyarakatan dan keduniawian . Langsung saja kita mulai, keutamaan sholat berjamaah di masjid ialah : 1.        Bertemu dengan tetangga atau teman Sebenarnya ini tiap saat bisa dilakukan setiap saat, kalau anda merupakan orang yang memiliki kebebasan waktu dan tetangga anda juga demikian. Namun apabila anda adalah seorang pekerja yang memiliki jadwal rutin, misal, masuk kerja pukul 08.00 kemudian baru pulang pukul 17.00, tentu sholat berjemaah di masjid merupakan momentum tepat untuk bertemu dan bertegur sapa kepada tetangga. Tapi ya, jangan menegur ketika sedang beribadah. Selalu ada waktu antara sebelum dan sesudah sholat di lakukan. Hal ini terutama pada sholat mMagrib dan sholat Isya. Jika anda mampu, sholat Subuh juga lebih baik. JIka mampu lagi, kelima sholat wajib lebih baik lagi tentunya. Kecuali sholat berjam...