Posts

Instruksi Kerja Konservasi Tanah & Air

1. PENDAHULUAN Pengawetan air prinsipnya adalah penggunaan air yang jatuh ke tanah untuk kebutuhan pertanian se efisien mungkin dan pengaturan waktu aliran sehingga tidak terjadi banjir yang merusak serta terdapat cukup air pada musim kemarau. 2. KEMIRINGAN LERENG DAN JENIS-JENIS SARANA PENCEGAHAN EROSI 2.1. KLASIFIKASI KEMIRINGAN LERENG Klasifikasi kemiringan lereng dapat dibedakan menjadi : 1. Tanah Rata 3. Tanah Miring a. Sudut kemiringan = 0º 34’ a. Sudut kemiringan = 4º 00’ – 28º 34’ b. Slope = 1 % b. Slope = 7 – 54 % 2. Tanah Agak Miring 4. Tanah Sangat Miring a. Sudut kemiringan = 0º 34’ – 3º 26’ a. Sudut kemiringan = 31º 00’ – 45º 00’ b. Slope = 1 – 6 % b. Slope = 61 – 100 % 2.3. BEBERAPA CARA PENCEGAHAN ATAU MEMPERKECIL EROSI SAMPAI MINIMUM  Penutupan tanah yang baik oleh tanaman kacangan atau vegetasi asli penutup tanah yang tidak merugikan. Pada lahan miring tanaman penutup tanah harus sudah ditanam segera setelah lahan dibersihkan unt...

Land Clearing (Pembukaan Lahan ) Gambut Kelapa Sawit

1. PENGERTIAN UMUM Istilah “GAMBUT“diduga berasal dari nama sebuah desa di selatan kota Banjarmasin dan sekarang menjadi ibukota Kecamatan Gambut dimana ditemukan tanah gambut dalam jumlah yang luas. Tanah gambut tergolong tanah rawa dan terbentuk dari bahan organik sisa tanaman yang mati diatasnya dan disebabkan keadaan lingkungan yang selalu jenuh atau terendam air sehingga tidak memungkinkan berlangsungnya proses pelapukan. Akumulasi bahan organik dapat mencapai ketebalan mencapai 0,5-16,0 m. 2. KETEBALAN BAHAN ORGANIK Berdasarkan ketebalan lapisan bahan organiknya, gambut dipilah dalam empat kategori yaitu gambut dangkal, gambut sedang, gambut dalam dan gambut sangat dalam : a. Gambut Dangkal (Tipis) = 0,5-1,0 m b. Gambut Sedang (Agak Tebal) = 1,0-2,0 m c. Gambut Dalam (Tebal) = 2,0-3,0 m d. Gambut Sangat Dalam (Sangat Tebal) = > 3,0 m 3. SIFAT KEMATANGANNYA (DEKOMPOSISI) Berdasarkan sifat kematangannya (ripeness) atau tingkat pelapukannya (dekomposisi), gambut dapat dibe...

Pemupukan Kelapa Sawit

1. PENDAHULUAN Biaya pemupukan tanaman kelapa sawit berkisar antara 40-60 % dari biaya pemeliharaan tanaman secara keseluruhan atau 15-20 % dari biaya produksi. Agar sasaran pemupukan dapat tercapai dan efisiensi pemupukan dapat ditingkatkan maka manajemen pemupukan kelapa sawit perlu dibina dan dimantapkan serta terus menerus disempurnakan sehingga biaya pemupukan yang sudah begitu besar tidak menjadi sia-sia. 2. MANFAAT PUPUK BAGI TANAMAN 2.1. MANFAAT PUPUK TERHADAP SIFAT FISIKA TANAH Memperbaiki struktur tanah dari padat menjadi gembur. Memudahkan dalam pengolahan tanah. Mengikat butiran-butiran tanah yang lepas (pada tanah pasir) Mengurangi erosi pada permukaan tanah karena pupuk berfungsi sebagai pengikat butiran-butiran tanah. 2.2. MANFAAT PUPUK TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH Menyediakan unsur hara yang diperlukan bagi tanaman. Mengganti kehilangan unsur hara seperti N, P dan K yang diakibatkan oleh penguapan, aliran air permukaan (run off) atau diserap oleh ta...