UPAYA MENDAPATKAN VARIETAS TEBU UNGGUL MELALUI PROGRAM PEMULIAAN
TUJUAN UMUM
Cara Merakit Varietas
1. Konvensional
Yaitu dengan cara yang dilakukan selama ini : Persilangan
2. Mutasi, yang terdiri dari 2 macam :
a) Radiasi
Menggunakan sinar X, J dengan Cobalt 60 % yang dilakukan di PAIR (Pusat Aplikasi Isotop Radiasi) BATAN (Badan Tenaga Atom Nasional) di Pasar Jum’at Jakarta yang ditembak radiasi : bagal atau callus
b) Stoma Klonal Variasi
Kultur Jaringan yang diberi chemical penyebab mutasi (EMS = Ethyl Methyl Sulfonat) ; DMS = Di Ethyl Methyl Sulfonat)
Pemuliaan mutasi ini tujuannya untuk memperbaiki kelemahan suatu varietas terhadap suatu sifat kualitatif yaitu sifat yang hanya di kontrol oleh gen-gen monir, contohnya ketahanan terhadap Mozaik, ketahanan terhadap penyakit Fiji.
3. Bioteknologi (Gene Transfer)
Isolasi DNA target dan DNA Donor seringkali DNA Donor sudah tersedia misalnya : Bakteri tanah Agrobacterium tumefacient yang isolasi untuk mendapatkan gen cry IA, cry IB yang tahan terhadap penggerek
TUJUAN PEMULIAAN TEBU
I. Idiotype :
a) Pertumbuhan tegak (Erect habit)
Karena seperti telah diketahui kondisi/jenis tanah di Sugar Group podsolik merah kuning yang bersifat cultisol, berpasir pada saat musim kemarau sehingga tanaman tebu mudah roboh
b) Free trashing (pelepah mudah luruh/lepas)
Di negara-negara yang sudah maju seperti Australia, penebangan tidak boleh/dilarang dibakar, sehingga kita harus mulai memikirkan untuk mencari varietas yang pelepahnya mudah lepas
c) Good ground cover
Dengan kecepatan tanaman menutup tanah diharapkan akan mengurangi gulma
d) Tidak mudah patah (non - brittle)
Jika mudah patah, tentunya akan mengurangi kualitas tebu yang berpengaruh pada produksi
e) Tidak berbunga
Jika tanaman sudah berbunga maka pertumbuhan vegetatif akan terhenti sehingga TCH rendah dan biasanya terjadi penggabusan
f) Diameter batang sedang / besar
Karena dengan diameter kecil maka, pada saat di ratoon mempunyai kecenderungan semakin kecil
g) Tidak berlubang masif atau lubang kecil
Karena pada saat periode kekeringan lubang semakin besar sehingga dapat menipu pandangan mata Ô TCH (produksi) menurun
II. Mendapatkan Kualitas tebu yang baik, yang bisa diukur dari :
· Rendemen : Mengingat curah hujan yang tinggi dan di dukung oleh Best Management Practice (seed cane, pre-emergence, post-emergence, fertilizer, harvester)
· Kadar sabut : Menunjukan nilai nira, kaitannya dengan pabrik
III. Hasil
· TCH
· TSH
yang optimal
IV. Menghasilkan .mendapatkan tanaman tebu yang toleran terhadap borer
V. Mendapatkan tanaman tebu yang tahan terhadap penyakit penting :
· Leaf scorch
· Brown rust (karat daun)
· Yellow spot (noda kuning)
VI. Responsive terhadap ripeners
Dengan curah hujan 2.500 - 3.000 mm, memang pada awal-awal perlu dilakukan ripener
PLASMANUTFAH & PERSILANGAN
· Plasmanutfah merupakan kumpulan/koleksi tetua untuk persilangan
· Fungsi sebagai Bank Gene untuk bahan persilangan
Sumber gene yang beraneka ragam dari berbagai negara (introduksi) untuk memperkaya keragaman genetik, maka impor dari Brazil, Guyana, Barbados, Equador, India, Indonesia (P3GI) karena mempunyai agroklimate yang relatif sama
PERSILANGAN
· Tujuan Persilangan
1. Menggabungkan gene berharga
2. Memperbesar frekuensi dari populasi seleksi
· Macam-macam Persilangan :
1. Persilangan Kebun
Bunga betina dikebun lalu bunga jantan dipotong dikawinkan dengan bunga betina. Agar bunga jantan bertahan hidup dimasukan larutan SO2 /Hawai
2. Persilangan Cangkokan
Baik bunga jantan & betina dicangkok sebelum bunga muncul biasanya 1 meter diatas tanah selama 2 minggu (akar sudah keluar), lalu dibawa ke bangsal diberi pupuk, lalu disilangkan
3. Persilangan Biparental
4. Persilangan Polycross
SELEKSI & UJI MULTI LOKASI
Tujuan Seleksi :
· Memperkecil frekuensi gen secara bertahap kedalam klon-klon tebu
· Secara bertahap memperbanyak bahan tanaman dari klon-klon harapan terpilih
Tujuan Uji Multi Lokasi :
· Memantapkan potensi produksi suatu varietas harapan di berbagai Lingkugan berbeda
· Melihat kemampuan ratoon/daya ratoon varietas terpilih (ratooning ability) RC 2 vs RC 1
Comments