Setelah sahabat Nabi Abu Bakar dan Umar bin Khattab, kali ini kita akan membahas sehabat Nabi yang lain, yaitu Usman bin Affan. Utsman bin Affan (bahasa Arab: عثمان بن عفان, 574 – 656 / 12 Dzulhijjah 35 H; umur 81–82 tahun) adalah sahabat Nabi Muhammad
yang termasuk Khulafaur Rasyidin yang ke-3. Utsman adalah seorang yang saudagar yang kaya tetapi sangatlah dermawan. Ia juga berjasa dalam hal membukukan Al-Qur'an.
Nama panggilannya Abu Abdullah dan gelarnya
Dzunnurrain (yang punya dua cahaya). Sebab digelari Dzunnuraian karena
Rasulullah menikahkan dua putrinya untuk Utsman; Roqqoyah dan Ummu
Kultsum. Ketika Ummu Kultsum wafat, Rasulullah berkata; “Sekiranya kami
punya anak perempuan yang ketiga, niscaya aku nikahkan denganmu.” Dari
pernikahannya dengan Roqoyyah lahirlah anak laki-laki. Tapi tidak sampai
besar anaknya meninggal ketika berumur 6 tahun pada tahun 4 Hijriah.
Menikahi 8
wanita, empat diantaranya meninggal yaitu Fakhosyah, Ummul Banin, Ramlah
dan Nailah. Dari perkawinannya lahirlah 9 anak laki-laki; Abdullah
al-Akbar, Abdullah al-Ashgar, Amru, Umar, Kholid, al-Walid, Sa’id dan
Abdul Muluk. Dan 8 anak perempuan.
Nama ibu beliau adalah Arwa binti Kuriz bin Rabiah.
Beliau masuk Islam atas ajakan Abu Bakar, yaitu sesudah Islamnya Ali
bin Abi Thalib dan Zaid bin Haristah. Beliau adalah salah satusahabat
besar dan utama Nabi Muhammad SAW, serta termasuk pula golongan
as-Sabiqun al-Awwalin, yaitu orang-orang yang terdahulu Islam dan
beriman.
Menjelang
wafatnya Umar bin Khattab, beliau menunjuk 6 orang sahabatnya untuk
dicalonkan sebagai pengganti. Mereka adalah Utsman bin Affan, Ali bin
Abi Thalib, Zubair bin Awwam, Sa’ad bin Abi Waqash, Abdurrahman bin Auf,
dan Thalhah bin UbaidillahKeenam orang tersebut disebut sebagai Ahlul Halli wal Aqdi. Alasan
Umar menunjuk keenam orang tersebut karena ia merasa tidak sebaik Abu
Bakar dalam menunjuk penggantinya, juga tidak sebaik Rasulullah SAW
untuk membiarkan para sahabat memilih pengganti. Maka diambillah jalan
tengah dengan membentuk tim formatur untuk bermusyawarah menentukan
pengganti dirinya. Karena kelompok tersebut beranggotakan
6 orang, maka untuk mencegah terjadinya suara yang sama ketika diadakan
voting, dimasukkanlah Abdullah bin Umar, putra Umar bin Khattab.
Abdullah bin Umar hanya berhak memilih, namun tak berhak untuk dipilih
sebagai khalifah. Dari hasil voting, terpilihlah Utsman bin Affan
sebagai khalifah selanjutnya. Ia dipilih pada bulan Dzulhidzah tahun 23 H
dan dilantik pada awal Muharram 24 H.
ia adalah khalifah kali pertama yang melakukan perluasan masjid
al-Haram (Mekkah) dan masjid Nabawi (Madinah) karena semakin ramai umat
Islam yang menjalankan rukun Islam kelima (haji). ia mencetuskan ide
polisi keamanan bagi rakyatnya; membuat bangunan khusus untuk mahkamah
dan mengadili perkara yang sebelumnya dilakukan di masjid; membangun
pertanian, menaklukan Syiria, Afrika Utara, Persia, Khurasan, Palestina,
Siprus, Rodhes, dan juga membentuk angkatan laut yang kuat. Jasanya
yang paling besar adalah saat mengeluarkan kebijakan untuk mengumpulkan
Al-Quran dalam satu mushaf.
Selama masa jabatannya, Utsman banyak mengganti gubernur wilayah yang
tidak cocok atau kurang cakap dan menggantikaannya dengan orang-orang
yang lebih kredibel. Namun hal ini banyak membuat sakit hati pejabat
yang diturunkan sehingga mereka bersekongkol untuk membunuh khalifah.
Pada mulanya pemerintahan Khalifah Utsman berjalan lancar. Hanya saja
seorang Gubernur Kufah, yang bernama Mughirah bin Syu’bah dipecat oleh
Khalifah Utsman dan diganti oleh Sa’ad bin Abi Waqqas, atas dasar wasiat
khalifah Umar bin Khatab.
Kemudian beliau memecat pula sebagian pejabat tinggi dan pembesar
yang kurang baik, untuk mempermudah pengaturan, lowongan kursi para
pejabat dan pembesar itu diisi dan diganti dengan famili-famili beliau
yang kredibel (mempunyai kemampuan) dalam bidang tersebut. Tindakan beliau yang terkesan nepotisme ini, mengundang protes dari
orang-orang yang dipecat, maka datanglah gerombolan yang dipimpim oleh
Abdulah bin Saba’ yang menuntut agar pejabat-pejabat dan para pembesar
yang diangkat oleh Khalifah Utsman ini dipecat pula. Usulan-usulan
Abdullah bin Saba’ ini ditolak oleh khalifah Utsman. Pada masa
kekhalifan Utsman bin Affan-lah aliran Syiah lahir dan Abdullah Bin
Saba’ disebut sebagai pencetus aliran Syi’ah tersebut.

Karena merasa sakit hati, Abdullah bin Saba’ kemudian membuat
propoganda yang hebat dalam bentuk semboyan anti Bani Umayah, termasuk
Utsman bin Affan. Seterusnya penduduk setempat banyak yang termakan
hasutan Abdullah bin Saba’. Sebagai akibatnya, datanglah sejumlah besar
(ribuan) penduduk daerah ke madinah yang menuntut kepada Khalifah,
tuntutan dari banyak daerah ini tidak dikabulkan oleh khalifah, kecuali
tuntutan dari Mesir, yaitu agar Utsman memecat Gubernur Mesir, Abdullah
bin Abi Sarah, dan menggantinya dengan Muhammad bin Abi Bakar. Karena tuntutan orang mesir itu telah dikabulkan
oleh khalifah, maka mereka kembali ke mesir, tetapi sebelum mereka
kembali ke mesir, mereka bertemu dengan seseorang yang ternyata
diketahui membawa surat yang mengatasnamakan Utsman bin Affan. Isinya
adalah perintah agar Gubernur Mesir yang lama yaitu Abdulah bin Abi
sarah membunuh Gubernur Muhammad Abi Bakar (Gubernur baru) Karena itu,
mereka kembali lagi ke madinah untuk meminta tekad akan membunuh
Khalifah karena merasa dipermainkan.
Khalifah Utsman kemudian dikepung oleh pemberontak selama 40 hari
dimulai dari bulan Ramadhan hingga Dzulhijah. Beliau diberi 2 ulimatum
oleh pemberontak (Ghafiki dan Sudan), yaitu mengundurkan diri atau
dibunuh. Meski Utsman mempunyai kekuatan untuk menyingkirkan
pemberontak, namun ia berprinsip untuk tidak menumpahkan darah umat
Islam. Utsman akhirnya wafat sebagai syahid pada bulan Dzulhijah 35 H
ketika para pemberontak berhasil memasuki rumahnya dan membunuh Utsman
saat sedang membaca Al-Quran. Persis seperti apa yang disampaikan Rasullullah
perihal kematian Utsman yang syahid nantinya, peristiwa pembunuhan
usman berawal dari pengepungan rumah Utsman oleh para pemberontak selama
40 hari. Utsman wafat pada hari Jumat 18 Dzulhijjah 35 H. Ia dimakamkan di kuburan Baqi di Madinah.
Sumber (dengan perubahan seperlunya) :
http://id.wikipedia.org/wiki/Utsman_bin_Affan
http://halaqohdakwah.wordpress.com/2008/07/21/utsman-bin-affan-biografi-singkat-khalifah-ke-3/
http://khairul-anas.blogspot.com/2012/06/sejarah-peradaban-islam-masa-usman-bin.html
http://mahluktermulia.wordpress.com/2010/04/17/usman-bin-affan/
Comments